Sumber/Rujukan:
1. E-book Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr
2. Buku Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas
3. https://almanhaj.or.id/11518-dzikir-pagi-dan-petang.html
4. https://wesikiwae.com/dzikir-pagi-petang-sesuai-sunnah/
Pagi Petang maksudnya adalah waktu antara Shubuh sampai terbitnya matahari dan antara waktu Ashar hingga terbenamnya matahari.
Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, perbanyaklah mengingat Allah dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”
[QS. Al-Ahzab: 41-42]
Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
فَاصْبِرْ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ وَّاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْاِبْكَارِ
Artinya:
“Dan bertasbihlah seraya memuji Rabb-mu pada waktu petang dan pagi.” [QS. Ghafir: 55]
Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوْبِ ۚ
Artinya:
“Dan bertasbihlah seraya memuji Rabb-mu sebelum terbit dan sebelum terbenamnya matahari.” [QS. Qaf:39]
Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ
Artinya:
“Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu Shubuh.” [QS. Ar-Rum: 17]
Dari Anas bin Malik رضي الله عنه ia berkata:
“Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: ‘Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai shalat Shubuh sampai terbit matahari lebih aku sukai dari memerdekakan empat orang budak dari anak Isma’il. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai shalat ‘Ashar sampai terbenam matahari lebih aku cintai dari memerdekakan empat orang budak.’”
[HR. Abu Dawud no. 3667, lihat Shahiih Abi Dawud 11/698 no. 3114 – Misykaatul Mashaabiih no. 970, hasan]
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
أذكار الصباح والمساء بمثابة الدرع كلما زادت سماكته لم يتأثر صاحبه، بل تصل قوة الدرع أن يعود السهم فيصيب من أطلقه
Artinya:
“Dzikir pagi dan petang seperti baju besi, semakin bertambah ketebalannya maka pemiliknya semakin tidak terkena (bahaya). Bahkan kekuatan baju besi itu bisa sampai memantulkan kembali anak panah sehingga berbalik mengenai pemanahnya sendiri.”
Ibnu ash-Shalah rahimahullah berkata:
من حافظ على أذكار الصباح والمساء، وأذكار بعد الصلوات، وأذكار النوم، عُدّ من الذاكرين الله كثيراً
Artinya:
“Barangsiapa menjaga pengamalan dzikir pagi dan petang, dzikir bada shalat, dan dzikir tidur, maka dia dihitung termasuk orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah.”
Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
البسوا معطف الأذكار ليقيكم شرور الإنس والجان ودثروا أرواحكم بالاستغفار لتمحي لكم ذنوب الليل والنهار ,وإن أصابكم ماتكرهونه فسترضون وتتيقنون بأنه خير قدره لكم ربكم لأنكم قد تحصنتم بالله
Artinya:
“Kenakanlah pakaian dzikir agar menjaga kalian dari kejelekan-kejelekan manusia dan jin, Selimutilah ruh-ruh kalian dengan istighfar, supaya menghapus dosa-dosa siang dan malam. Apabila ada sesuatu yang kalian benci menimpa kalian, maka kalian akan ridha dan kalian akan yakin bahwa itu merupakan kebaikan yang ditaqdirkan untuk kalian oleh Rabb kalian, karena kalian telah berlindung kepada Allah.”
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Baca Latin:
A’uudzubillaahi minassyaithoonirrojiim
Artinya:
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
للَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Baca Latin:
Alloohu laaa ilaha illaa huwal hayyul qoyyuum
Laa ta`khudzuhu sinatuwwalaa nauum
Lahuu maa fissamaawaati wamaa filardh
Manndzalladzi yasyfa’u ‘inndahuu illaa bi idznih
Ya’lamu maa baiina aiidiihim wa maa kholfahum
Wa laa yuhiithuuna bi syai in min ‘ilmihii illaa bimaa syaaa`
Wasi’a kursiyyuhussamaawaati wal ardh
Walaa ya`uuduhuu hifdzhuhumaa
Wa huwal’aliyyul’adziim
Artinya:
“Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) di hadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.”
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Baca Latin:
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Qul huwalloohu ahade
Alloohusshomade
Lam yalidde walam yuulade
Walam yaqullahuu kufuwan ahade
Artinya:
“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.”
Dalil:
Dalil:
Dari Abdullah bin Khubaib Radhiallaahu’anhu ia berkata: “Pada suatu malam ketika hujan lebat dan cuaca sangat gelap, kami keluar mencari Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam untuk meminta do`a.”
Ia melanjutkan: “Maka aku pun menjumpai beliau.” Beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda: “Ucapkanlah!” Namun aku tidak mengucapkan suatu apa pun.
Beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam lanjut bersabda: “Ucapkanlah!” Namun aku tidak mengucapkan suatu apa pun.
Beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam kembali bersabda: “Ucapkanlah!”
Aku lantas berkata: “Apa yang harus aku ucapkan?”
Beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda: “Ucapkanlah: qul huwallaahu ahad (surat al-Ikhlash) dan mu‟awwidzatain (al-Falaq dan an-Nas) ketika sore dan pagi hari sebanyak tiga kali, niscaya ia akan dapat melindungimu dari segala sesuatu (yang buruk).”
(HR. Abu Dawud, no. 5082 dan at-Tirmidzi, no. 3575).
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Baca Latin:
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Qul a’uudzubirobbil falaqo
Minn syarri maa kholaqo
Wa minn syarri ghoosiqin idzaa waqobe
Wa minn syarrinnaffaatsaati fil ‘uqode
Wa minn syarri haasidin idzaa hasade
Artinya:
“Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai (waktu) Shubuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Serta dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
Dalil:
Dari Abdullah bin Khubaib Radhiallaahu’anhu ia berkata: “Pada suatu malam ketika hujan lebat dan cuaca sangat gelap, kami keluar mencari Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam untuk meminta do`a.”
Ia melanjutkan: “Maka aku pun menjumpai beliau.” Beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda: “Ucapkanlah!” Namun aku tidak mengucapkan suatu apa pun.
Beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam lanjut bersabda: “Ucapkanlah!” Namun aku tidak mengucapkan suatu apa pun.
Beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam kembali bersabda: “Ucapkanlah!”
Aku lantas berkata: “Apa yang harus aku ucapkan?”
Beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda: “Ucapkanlah: qul huwallaahu ahad (surat al-Ikhlash) dan mu‟awwidzatain (al-Falaq dan an-Nas) ketika sore dan pagi hari sebanyak tiga kali, niscaya ia akan dapat melindungimu dari segala sesuatu (yang buruk).”
(HR. Abu Dawud, no. 5082 dan at-Tirmidzi, no. 3575).
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
Baca Latin:
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Qul a’uudzubirobbinnaas
Malikinnaas
Ilaahinnaas
Minn syarril waswaasil khonnaas
Alladzii yuwaswisu fii shuduurinnaas
Minal jinnati wannaas
Artinya:
“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan (Ilah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia."
Dalil:
Dari Abdullah bin Khubaib Radhiallaahu’anhu ia berkata: “Pada suatu malam ketika hujan lebat dan cuaca sangat gelap, kami keluar mencari Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam untuk meminta do`a.”
Ia melanjutkan: “Maka aku pun menjumpai beliau.” Beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda: “Ucapkanlah!” Namun aku tidak mengucapkan suatu apa pun.
Beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam lanjut bersabda: “Ucapkanlah!” Namun aku tidak mengucapkan suatu apa pun.
Beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam kembali bersabda: “Ucapkanlah!”
Aku lantas berkata: “Apa yang harus aku ucapkan?”
Beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda: “Ucapkanlah: qul huwallaahu ahad (surat al-Ikhlash) dan mu‟awwidzatain (al-Falaq dan an-Nas) ketika sore dan pagi hari sebanyak tiga kali, niscaya ia akan dapat melindungimu dari segala sesuatu (yang buruk).”
(HR. Abu Dawud, no. 5082 dan at-Tirmidzi, no. 3575).
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.
Baca Latin:
Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillaah,
Walhamdulillaah,
Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariikalah,
Lahulmulku wa lahulhamdu wa huwa ‘alaa kulli syaiin qodiir,
Robbi as aluka khoiro maa fii haadzal yauum
wa khoiro maa ba’dah,
Wa a’uudzubika minn syarri maa fii haadzal yauum
wa syarri maa ba’dah,
Robbi a’uudzubika minalkasal
wa suu`il kibar,
Robbi a’uudzubika min ‘adzaabimm finnaar
wa ‘adzaabimm fil qobr.
Artinya:
"Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur." (Dibaca pagi 1x)
Dalil:
Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallaahu’anhu ia berkata: “Jika Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam berada di waktu sore, beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam membaca: [dzikir di atas].
Bila di waktu pagi beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam membaca do‟a itu juga (dengan perubahan):
...أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ
(HR. Muslim, no.2723).
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
(Tips: mirip dgn sebelumnya/yg pagi, bedanya ashbahnaa wa ashbahal diganti amsaynaa wa amsal dan fii haadzal yauum diganti fii haadzihil lailaih dan maa ba’dah diganti maa ba’dahaa).
Baca Latin:
Amsainaa wa amsal mulku lillaah,
Walhamdulillaah,
Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariikalah,
Lahulmulku wa lahulhamdu wa huwa ‘alaa kulli syaiin qodiir,
Robbi as aluka khoiro maa fii haadzihil lailah
wa khoiro maa ba’dahaa,
Wa a’uudzubika minn syarri maa fii haadzihil lailah
wa syarri maa ba’dahaa,
Robbi a’uudzubika minalkasal
wa suu`il kibar,
Robbi a’uudzubika min ‘adzaabimm finnaar
wa ‘adzaabimm fil qobr.
Artinya:
“Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.”(Dibaca Sore 1x)
Dalil:
Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallaahu’anhu ia berkata:
“Jika Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam berada di waktu sore, beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam membaca: [dzikir di atas]. (HR. Muslim, no.2723).
اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ
Baca Latin:
Alloohumma bika ashbahnaa
Wa bika amsaynaa
Wa bika nahyaa
Wa bika namuut
Wa ilaikannusyuur
Artinya:
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).”
Dalil:
Dari Abu Hurairah Radhiallaahu’anhu ia berkata:
“Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam pernah mengajari para sahabatnya dengan berkata: “Bila salah seorang diantara kalian berada di waktu pagi, hendaklah ia membaca: [dzikir di atas]. Dan jika berada di waktu sore, hendaklah ia membaca: [dzikir di bawah setelah ini].
(HR. Al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, no. 1199 dan an-Nasa’i, no.10323).
اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
(Tips: mirip dgn sebelumnya/yg pagi, bedanya ashbahnaa diganti amsaynaa dan amsayna diganti ashbahnaa dan Wa ilaikannusyuur diganti Wa ilaikal mashiir).
Baca Latin:
Alloohumma bika amsayna
Wa bika ashbahnaa
Wa bika nahyaa
Wa bika namuut
Wa ilaikal mashiir
Artinya:
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).”
Dalil:
Dari Abu Hurairah Radhiallaahu’anhu ia berkata:
“Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam pernah mengajari para sahabatnya dengan berkata: “Bila salah seorang diantara kalian berada di waktu pagi, hendaklah ia membaca: [dzikir di atas sebelum dzikir ini]. Dan jika berada di waktu sore, hendaklah ia membaca: [dzikir ini].
(HR. Al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, no. 1199 dan an-Nasa’i, no.10323).
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Baca Latin:
Alloohumma anta robbii
laa ilaaha illa anta
Kholaqotani wa anaa ‘abeduk
Wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu
A’uudzubika minn syarri maa shona’tu
Abuu u laka bini’matika ‘alaiy
Wa abuu u laka bidzambiy
Faghfirliy
fa innahu laa yaghfirudzdzunuuba illaa annta
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Dalil:
Orang yang mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan terhadap (kandungan)nya, lalu ia wafat di hari itu sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk penduduk surga. Dan orang yang membacanya di malam hari dengan penuh keyakinan terhadap (kandungan)nya, lalu ia wafat sebelum pagi hari, maka ia termasuk penduduk surga.”
(HR. Al-Bukhari, no. 6306)
اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ
Baca Latin:
Alloohumma ‘aafinii fii badanii
Alloohumma ‘aafinii fii sam’ii
Alloohumma ‘aafinii fii bashorii
Laa ilaaha illaa anta
Alloohumma inni a’uudzubika minalkufri wal faqr
Alloohumma inni a’uudzubika min ‘adzabil qobr
Laa ilaaha illaa anta
Artinya:
“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Baca Latin:
Alloohumma innii as alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fiddun yaa wal akhiroh
Alloohumma innii as alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii wa dun yayaa wa ahli wa maalii
Alloohummastur ‘aurootii wa aaamin row’aatii
Alloohummahfadzhnii min yadayya wa min kholfii
Wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii
Wa mim fauqii
Wa a’uudzu bi’adzhomatika an ughgotaala minn tahtii
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).
Dalil:
Dari Ibnu Umar Radhiallaahu’anhu ia berkata: “Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan do’a berikut ketika berada di waktu sore dan pagi: [dzikir di atas].
(HR. Abu Dawud, no. 5074 dan Ibnu Majah, no. 3871).
(Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas dalam kitabnya Doa & Wirid: Shahih Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad No.701, Abu Dawud No.5090, Ahmad-V/42. Lihat kitab Adabul Mufrad No.542).
اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Baca Latin:
Alloohumma ‘aalimal ghoibi wasy syahaadah
Faathirossamaawaati wal ardh
Robba kulli syaii in wa maliikah
Asyhadu allaa ilaaha illaa anta
A’uudzubika minn syarri nafsii
Wa min syarrisy syaithooni wa syirkih
Wa an aqqotarifa ‘alaa nafsii suu an, auu ajurrohu ilaa muslim
Artinya:
Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.”
Dalil:
Dari Abu Hurairah Radhiallaahu’anhu bahwasanya Abu Bakar Radhiallaahu’anhu berkata: “Wahai Rasulullah, perintahkanlah aku dengan beberapa kalimat yang aku ucapkan bila berada di waktu pagi dan sore hari.” Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam berkata: “Ucapkanlah: [dzikir di atas].
Beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda: “Ucapkanlah pada pagi dan petang hari serta ketika kamu hendak tidur.”
(HR. At-Tirmidzi, no. 3392, 3529 dan Abu Dawud, no. 5067 dan 5083).
(Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas dalam kitabnya Doa & Wirid: Shahih Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad No.1202, Abu Dawud No.5067, At-Tirmidzi NO.3392, Shahih At-Tirmidzi No.2798, dan Shahih Al-Adabul Mufrad No.917).
Wasyirkih artinya ajakan setan untuk berbuat syirik.
بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Baca Latin:
Bismillaahilladzii
laa yadhurru ma’asmihi syaiiumm fil ardhi wa laa fissamaa`
wa huwassamii’ul ‘aliim.
Artinya:
“Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya tidak ada satupun yang membahayakan, baik di bumi maupun dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Maha mengetahui.”
Dalil:
Dari Utsman bin Affan Radhialloohu’anhu ia berkata:
“Nabi Shollolloohu’alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang hamba pada setiap pagi dan petangnya mengucapkan [dzikir di atas] tiga kali, melainkan tidak ada sesuatu apapun yang akan dapat membahayakannya.” (HR. At-Tirmidzi, no. 3388).
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Baca Latin:
Rodhiitu billaahi robbaa
Wabil islaami diinaa
Wa bi muhammadin shollolloohu ‘alaihi wa sallama nabiyyaa
Artinya:
“Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).”
Dalil:
Ustad Yazid bin Abdul Qadir Jawas dalam kitabnya Doa & Wirid:
Barangsiapa membacanya tiga kali ketika pag dan sore hari maka Allah akan meridhoinya pada hari Kiamat.
Hasan: HR. Ahmad (IV/337), Abu Dawud No5072, At-Tirmidzi No.3389, Ibnu Majah No.3870, dst..)
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ
Baca Latin:
Yaa hayyu yaa qoyyuum
Birohmatika astaghiits
Ashlih lii sya`nii kullah
Wa laa takilnii ilaa nafsii
thorfata ‘aiinn
Artinya:
“Wahai Rabb Yang Maha hidup, Wahai Rabb Yang Maha berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan (urusanku) kepada diriku sendiri meskipun hanya sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).”
Dalil:
Dari Anas bin Malik Rodhialloohu’anhum ia berkata: Nabi Shollolloohu’alaihi wa sallam bersabda kepada Fathimah: “Apa yang menghalangimu untuk mendengarkan apa yang aku pesan. Bila engkau berada di waktu pagi dan petang ucapkanlah: [dzikir di atas]. (HR. An-Nasa‟i dalam al-Kubra, no. 10330).
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Baca Latin:
Ashbahnaa ‘alaa fithrotil islaam
Wa ‘alaa kalimatil ikhlash
Wa ‘alaa diini nabiyyinaa muhammadin shollolloohu ‘alaihi wa sallama wa ‘alaa millati abiinaa iberoohiima haniifaa muslimaa
Wa maa kaana minal musyrikiin
Artinya:
“Di waktu pagi kami berada di atas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.”
Artinya:
Dari Abdurrahman bin Abza Radhiallaahu’anhu ia berkata: “Jika Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam berada di waktu pagi hari, beliau membaca: [dzikir di atas].
Al-Hanif maksudnya condong kepada kebenaran dan tauhid serta berpaling dari kesyirikan dan kesesatan.
(HR. Ahmad, no. 15367)
أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
(Tips: sama seperti sebelumnya/yg pagi, bedanya Ashbahnaa diganti Amsaynaa)
Baca Latin:
Amsaynaa ‘alaa fithrotil islaam
Wa ‘alaa kalimatil ikhlash
Wa ‘alaa diini nabiyyinaa muhammadin shollolloohu ‘alaihi wa sallama wa ‘alaa millati abiinaa iberoohiima haniifaa muslimaa
Wa maa kaana minal musyrikiin
Artinya:
“Di waktu sore kami berada di atas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang yang musyrik.”
Dalil:
Dari Abdurrahman bin Abza Radhiallaahu’anhu ia berkata: “Jika Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam berada di waktu pagi hari, beliau membaca: [dzikir di atas].
Al-Hanif maksudnya condong kepada kebenaran dan tauhid serta berpaling dari kesyirikan dan kesesatan.
(HR. Ahmad, no. 15367)
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Baca Latin:
Subhaanalloohi wa bihamdih
‘Adada kholqih
Wa ridhoo nafsih
Wa zinata ‘arsyih
Wa midaada kalimaatih
Artinya:
“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, Mahasuci Allah sesuai ke-ridhaan-Nya, Mahasuci seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan Mahasuci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.”
Dalil:
Dari Juwairiyah Radhiallaahu’anhu bahwasanya Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam keluar dari sisinya di pagi hari ketika shalat Shubuh. Pada saat itu Juwairiyah tengah berada di tempat shalatnya (di kamarnya duduk sambil berdzikir). Lalu Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam kembali ke rumah setelah matahari meninggi waktu Dhuha, sementara Juwairiyah masih duduk di tempatnya.
Maka Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam menyapanya: “Apakah engkau masih dalam keadaanmu sejak aku tinggalkan?” Dia menjawab: “Ya.” Lalu Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh, setelah meninggalkanmu tadi aku telah membaca empat kalimat sebanyak tiga kali, jika ditimbang dengan apa yang engkau baca pada hari ini, niscaya bisa menyamainya, yaitu: [dzikir di atas].
(HR. Muslim, no. 2726)
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Baca Latin:
A’uudzu bikalimaatillaahittaammaati
minn syarri maa kholaqqo
Artinya:
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan sesuatu yang diciptakan-Nya.”
Dalil:
Dari Abu Hurairah ia berkata: “Ada seseorang mendatangi Nabi Ia berkata: “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah menjumpai kalajengking seperti kalajengking yang menyengatku tadi malam.” Beliau bersabda: “Sekiranya engkau di waktu petang mengucapkan: [dzikir di atas] tentu ia tidak akan dapat membahayakanmu.”
(HR. Muslim, no. 2709).
Dalam riwayat at-Tirmidzi: “Siapa yang setiap petang mengucapkan sebanyak tiga kali [dzikir di atas], maka al-humah di malam itu tidak akan dapat membahayakannya.”
(HR. At-Tirmidzi, no. 3604).
Maksud lafazh al-humah dalam hadits di atas ialah gigitan setiap hewan berbisa, seperti kalajengking dan yang lainnya.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Baca Latin:
Alloohumma innii as aluka
‘ilman naafi’an
Wa rizqon toyyiban
Wa ‘amalan mutqobbalan
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima.”
Dalil:
Dari Ummu Salamah d bahwa Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam bila mengerjakan shalat Shubuh, maka setelah salam beliau membaca: [dzikir di atas].
(HR. Ahmad, no. 26602 dan Ibnu Majah, no. 925)
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Baca Latin:
Subhaanalloohi wa bihamdih
Artinya:
“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.”
Dalil:
Dari Abu Hurairah Rodhialloohu’anhu ia berkata: “Rasulullah Shollolloohu’alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang di pagi dan petang hari membaca: [dzikir di atas] sebanyak 100 kali, kelak di hari kiamat tidak ada orang yang membawa amalan yang lebih baik dari apa yang dibawanya, kecuali orang yang mengucapkan seperti hal tersebut atau lebih banyak.”
(HR. Muslim, no. 2692).
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Baca Latin:
Astaghfirullooha wa atuubu ilaiih
Artinya:
“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.”
Dalil:
“HR. Al-Bukhari/Fathul Bari (XI/101) dan Muslim No.2702.
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.
Baca Latin:
Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariikalah
Lahulmulku wa lahulhamdu Wa huwa ‘alaa kulli syaii in qodiir
Artinya:
“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Dalil:
Shahih: HR. Abu Dawud (no.5077) dan Ibnu Majah (no.3867) dari Abu Ayyasy Azzuraqi Radhiallaahu’anhu. Lihat Shahih JAmi'ish Shaghir (no.6418), Misykatul Mashahih (no.2395), dan Shaih at-Targhib (I/414, no.656).
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.
Baca Latin:
Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariikalah
Lahulmulku wa lahulhamdu Wa huwa ‘alaa kulli syaii in qodiir
Artinya:
“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Dalil:
Dari Abu Hurairah Rodhialloohuanhu bahwasanya Rasulullah Shollolloohu’alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa mengucapkan:
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
sebanyak 100 kali dalam sehari, maka pahalanya seperti memerdekakan 10 orang budak, ditulis baginya 100 kebaikan, dihapuskan baginya 100 keburukan serta akan mendapat perlindungan dari setan pada hari itu hingga sore hari.
Dan tidak ada seorangpun melakukan amalan yang lebih baik dari apa yang dilakukannya, kecuali orang yang mengerjakan lebih banyak dari hal tersebut.”
(HR. Al-Bukhari, no. 6403 dan Muslim, no. 2691)